Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Air Mata Seorang Wartawan: Ketika Korban Pencurian Berakhir Menjadi Tersangka

Sabtu, 01 Agustus 2026 | Agustus 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-01T12:19:00Z

 


Medan — Di tengah derasnya harapan masyarakat akan tegaknya keadilan, seorang wartawan di Sumatera Utara menyampaikan kisah yang menurutnya mengubah hidupnya dalam sekejap.

Menurut keterangannya, semua bermula ketika toko ponsel yang dikelolanya menjadi sasaran pencurian. Dalam situasi yang penuh kepanikan, ia mengaku memilih membantu aparat untuk menemukan dan menangkap pihak yang diduga sebagai pelaku. Baginya, membantu penegakan hukum adalah bentuk tanggung jawab sebagai warga negara yang ingin melihat keadilan ditegakkan.

Namun, menurut pengakuannya, harapan itu berubah menjadi kenyataan yang sangat berat. Ia menyatakan bahwa proses hukum kemudian berkembang hingga dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, ia menyebut namanya sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Setiap malam saya bertanya kepada diri sendiri, di mana letak keadilan bagi orang yang merasa telah membantu penegakan hukum?" ungkapnya dengan suara bergetar.

Ia mengaku bukan hanya harus menghadapi proses hukum, tetapi juga menanggung beban psikologis yang dirasakan oleh keluarganya. Menurutnya, rasa takut, cemas, dan tekanan sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di hadapan publik, ia menyampaikan harapan agar seluruh proses hukum berjalan secara objektif, profesional, transparan, dan berdasarkan fakta yang lengkap. Ia juga berharap semua pihak yang terkait diberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh keadilan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"Sebagai rakyat kecil, saya tidak meminta perlakuan istimewa. Saya hanya berharap hukum benar-benar menjadi tempat mencari keadilan bagi siapa pun," ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan agar setiap laporan masyarakat mendapat perhatian yang adil serta diproses sesuai ketentuan hukum.

Bagi dirinya, keadilan bukan hanya tentang menang atau kalah dalam sebuah perkara, melainkan tentang keyakinan bahwa setiap warga negara berhak didengar, dilindungi, dan diperlakukan setara di hadapan hukum.

Hingga kini, menurut keterangannya, ia masih menantikan kepastian hukum dan berharap seluruh fakta dapat terungkap melalui proses yang adil dan transparan.

"Karena ketika keadilan terasa jauh, yang tersisa hanyalah harapan agar kebenaran pada akhirnya menemukan jalannya."

×
Berita Terbaru Update